Wahyu Dan Akal

Apa yang terjadi bila air terus dipanaskan pada tekanan atmospir ? Air akan mendidih pada suhu 100 derajat C…
ponpeshamka.com
Mengapa air harus mendidih pada suhu 100 derajat C pada tekanan tesebut ? mengapa tidak pada suhu 200 atau 300 !!?

Apa yang terjadi bila sebuah batu dilempar keatas ? Batu tersebut akan kembali lagi ke bumi…
Mengapa batu tersebut kembali lagi ke bumi ? Karena ada gravitasi bumi…
Ya… tapi kenapa ada gravitasi bumi !!?


Apa yang menyebabkan terjadinya siang dan malam ? karena planet bumi yang disinari matahari berputar pada porosnya (berpusing)…
Mengapa bumi harus berpusing !!?

Pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab diatas hanya bisa dijawab dengan hati yang memiliki keyakinan, semua itu karena ketentuan Tuhan pencipta alam semesta ini, karena memang Tuhan yang menghendakinya, karena Dia yang memang mengaturnya. Semua berjalan atas izin-Nya, semua berjalan atas sunnatuLlah.
Manusia di muka bumi ini tidak akan pernah bisa mengelak dari ketentuan-ketentuan semacam ini, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka manusia harus hidup dimuka bumi dengan mengikuti ketentuan-ketentuan itu.

Namun ada hikmah yang bisa dikaji oleh manusia dari hukum-hukum alam atau ketentuan Tuhan semacam ini, yaitu sebagai ilmu pengetahuan untuk dipelajari, dianalisa dan direkayasa demi kepentingan manusia itu sendiri. Karena memang sudah menjadi tugas manusia sebagai khalifah dimukan bumi yang memiliki akal untuk memahami fenomena alam, melihat ketentua-ketentuan Allah untuk dimanfaatkan.

Air yang dipanaskan didalam ketel akan memiliki tekanan, uap tekanan dari air yang dipanaskan akan memutar sudu turbin, sudu turbin akan meneruskan putarannya melalui poros yang terhubung untuk memutar magnit, magnit yang bergerak akan menimbulkan induksi pada kumparan yang akan menghasilkan arus listrik, arus listrik dialirkan melalui kawat tembaga sehingga sampailah ke rumah/gedung yang kita tempati, hingga pada akhirnya kita dapat menyalakan komputer yang sedang kita pakai saat ini ataupun handphone yang sebelumnya sudah kita charge.
Inilah salah satu contoh pemanfaatan dari ketentuan-ketentuan Tuhan, dengan akal yang dimiliki manusia sehingga mampu merekayasanya yang kemudian dimanfaatkan buat kepentingan manusia itu sendiri.

Bila pokok bahasan diatas adalah ketentuan Tuhan untuk mengatur kehidupan yang berhubungan dengan fenomena alam, dimana manusia mampu mempelajarinya dan merekayasa namun tak dapat mengelak dan mengubahnya, maka bagaimana ketentuan Tuhan untuk mengatur hidup manusia sebagai mahluk sosial atau mahluk yang bermasyarakat ?

Kelebihan manusia dibanding dengan mahluk lainnya adalah kesempurnaan dalam bentuk dan memiliki akal. Tapi tetap saja manusia memiliki naluri dan hawa nafsu, dan hawa nafsu yang tak terkendali akan melakukan apa saja layaknya binatang, sehingga akal yang dimiliki difungsikan untuk memuaskan hawa nafsu.

Buat orang Islam ketentuan-ketentuan untuk mengatur kehidupan manusia itu telah ditetapkan dan telah disampaikan melalui nabi pilihan-Nya Muhammad SAW. Ketentuan itu adalah Wahyu Allah Al Qur’an. Nabi yang dipilih tidak hanya menyampaikan tapi juga mencontohkan dan melaksanakan aturan-aturan itu. (Lihat tulisan sebelumnya; "Kebenaran Dari Buah Hasil Pemikiran Atau Pencipta Alam Semesta“) Aturan hidup sebagai mahluk sosial dijelaskan ayat per ayat didalam Al Qur’an, ayat-ayat tersebut merupakan informasi buat manusia sebagai kebenaran yang mutlak. Dan salah satu ketentuan-Nya bahwa manusia diciptakan adalah bertujuan untuk beribadah kepada-Nya.

Ayat-ayat tentang aturan hidup disampaikan melalui Al Qur’an, namun ayat-ayat tentang fenomena alam tidak semua diinformasikan semuanya lewat Al Qur’an, karena dengan akalnya manusia dapat menggali, mempelajari, menganalisa, menyimpulkan sendiri dan dapat memanfaatkannya. Sehingga ayat-ayat itu dapat kita baca yang sering kita kenal dengan ilmu pengetahuan, walaupun terkadang beberapa ilmu pengetahuan masih harus dikoreksi kebenarannya oleh Al Qur’an.

Memiliki akal adalah kelebihan manusia sebagi mahluk Tuhan, namun sayangnya masih ada manusia yang menganggap akal adalah segala-galanya. Pikiran dan pendapat sebagai buah dari akal ditempatkan diatas Wahyu Allah. Padahal akal memiliki keterbatasan, ia hanya mampu bekerja dan menganalisa sebatas informasi yang ia ketahui.
Ketika akal ditanya mengapa bumi harus berpusing agar terjadinya siang dan malam ?, mengapa tidak matahari saja yang berputar mengelilingi bumi !? atau mengapa manusia diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan ?! akal tak lagi mampu menjawab. Hanya keimanan dihatilah yang akan menjawabnya, karena itu memang sudah ketentuan Allah.
Akal manusia hanya mampu menjelaskan hikmah dibalik ketentuan-ketentuan Allah ini.
Hikmah terjadinya siang dan malam, hikmah dibalik ibadah puasa dan hikmah ketentuan-ketentuan lainnya.

Akan tetapi akal yang dipengaruhi oleh hawa nafsu syetan, akan membuat manusia berperilaku lebih dari perilaku syetan sesungguhnya, yang mengaku menjadi nabi, yang menilai Al Qur’an tak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, yang menafsir Al Qur’an semaunya sendiri. Hmmmmm…..!!!



Salam,

Palembang, 19 Agustus 2009

by roel

Terimakasih untuk kunjungannya...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment