Aksi Damai 411 dan 212

Seandainya kasus penistaan agama di akhir September yang lalu langsung ditangani dengan cepat dan si penista langsung di jebloskan kedalam penjara seperti sebelum-sebelumnya, mungkin saja Indonesia dalam sejarah besar berikutnya tidak akan mengenal aksi damai 411 dan 212.

Sudah sering kali terdengar dari beberapa ormas untuk mengajak demo bersama untuk kasus-kasus lainnya yang bersinggunan dengan agama, tapi sepertinya ajakan demo itu tak pernah mendapat respon menyeluruh karena dianggap ada sesuatu dibaliknya. Namun menjadi berbeda ketika Al Qur’an di lecehkan, maka seperti kasus penistaan sebelumnya tanpa perlu menunggu komando dari siapapun segenap umat Islam menjadi marah besar. Tentu saja ketika ada ajakan demo untuk kasus ini maka dengan sigap langsung disambut bersama. Bagaimana tidak, Al Qur’an yang diyakini oleh umat Islam sebagai firman Allah SWT yang disampaikan langusng oleh Rasulullah SAW adalah sebagai kebenaran yang absolut, tentunya sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat tidak bisa diterima bila sampai dinistakan, terlebih lagi bila itu dilakukan oleh penganut agama lain. Dan ketika aparat kepolisian terkesan lamban menangani kasus penistaan ini, maka ajakan demo itu semakin menjadi penantian segenap umat Islam tak peduli apakah yang mengajak demo memiliki kepentingan lain atau ada sesuatu dibaliknya, karena itu tak lagi penting.

Diluar dugaan, reaski bersatunya umat islam indonesia dengan jumlah jamaah sampai dengan jutaan dari berbagai kalangan dan unsur dapat membuahkan aksi 411 yang begitu menyentuh dan menggetarkan hati. Dan tak pernah ada dalam sejarahnya didunia ini, ketika unjuk rasa berjalan, peserta aksi dan aparat akhirnya berdampingan saling menjaga ketertiban dan kedamaian bahkan diantaranya peserta dan aparat begitu dekat dan akrab.

Aksi berikutnya aksi super damai 212 disepakati diadakan di monas, dengan menggelar tausiah, zikir,  doa dan sholat Jum’at berjamaah. Kesepakatan ini menjadikan aksi ini menjadi berlipat jumlahnya dari sebelumnya. Dan belajar dari aksi 411 yang disusupi berbagai kepentingan, membuat aparat dan peserta aksi menjadi lebih sigap dan dipersiapkan lebih matang. Aparat telah mencegah dan mengantisipasi dari segala kemungkinan yang akan terjadi sehingga dengan suara lantang dinyatakan Jakarta Aman!!! Peserta aksipun lebih bertekad menjadikan aksi 212 benar-benar super damai dan sejuk.

Aksi 212 benar-benar menjadi sejarah besar bangsa Indonesia. Sejarah yang tidak pernah akan terlupakan, sejarah yang akan dikenang selalu oleh bangsa ini menjadi cerita untuk anak cucu kelak.

Cerita bagaimana unjuk rasa itu dihadiri dengan jumlah jamaah dalam hitungan jutaan, yang menyebar ke segala penjuru monas dan sekitarnya mengenakan pakaian serba putih menjadikan pemandangan begitu indah layaknya kota Mekkah kedua.

Cerita unjuk rasa yang seharusnya ditujukan kepada aparat kepolisian, tapi anehnya aparat kepolisian dan peserta aksi menjadi satu, aparat dan peserta aksi berbicara dalam podium yang sama, aparat dan peserta aksi bersama-sama mengagungkan kebesaran Allah SWT dalam gelar doa dan zikir, mendengarkan tausiah. Bahkan sang Kepala Negara dan wakilnya yang diikuti pula para pejabat tinggi negara lainnya berbaur menjadi satu dalam satu gelar ibadah bersama sholat Jum’at.

Bagaimana hati orang-orang beriman tidak menjadi haru dan meneteskan air mata menyaksikan semua peristiwa yang mengagumkan ini. Betapa indahnya Indonesia negara yang besar ini, betapa begitu menakjubkan dan betapa agungnya Allah SWT menjadikan semua ini
.
Berbahagialah orang-orang yang menjadi pelaku sejarah, yang ikut dalam aksi ini. Berbahagialah para pelaku sejarah, para ulama-ulama tanpa melakukan orasi namun mampu memimpin zikir dan doa bersama, memberikan tausiah yang begitu menyejukkan tapi membangkitkan keimanan.
Berbahagialah para pelaku sejarah, para peserta aksi yang mampu berahlakul karimah, tanpa harus berucap yang dengan kata-kata yang tak pantas, tidak anarkis bahkan sedikitpun tak melakukan kerusakan. Berbahagialah para pelaku sejarah, sholat Jum’at dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah yang diiringi dengan air mata berbaur dengan air yang diturunkan Allah SWT dari langit-Nya yang membuat hati menjadi semakin sejuk dan damai.

Bukan mustahil bila akhirnya aksi damai 411 dan 212 menjadikan Indonesia semakin disegani oleh dunia luar sebagai negara demokrasi dengan mayoritas Islam. Islam yang selalu di diidentikkan sebagi agama yang penuh kekerasan, tak sama sekali terlihat di aksi 411 dan 212. Aksi damai 411 dan 212 menyadarkan dunia bahwa inilah sesungguhnya Islam yang Rahmatin Lil ‘alamin, Islam yang menyanjung kesejukan dan kedamaian yang mengutamakan alhaktul karimah.

Akhirnya 411 dan 212 semakin menyadarkan umat islam akan Al Qur’an, menyadarkan bagaimana seharusnya berkeyakinan islam, bagaimana seharusnya memilih pemimpin. Menyadarkan umat lainnya khususnya di Indonesia untuk tidak lagi melakukan penistaan agama islam.


Wallahu A’lam

Palembang, 4 Desember 2016

by roel

Terimakasih untuk kunjungannya...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment