Menganggap Sesuatu Masalah Bukan Masalah

Dari buku Matematika yang pernah saya pelajari, masalah Matematika dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu; Masalah Penemuan dan Masalah Pembuktian. Masalah penemuan adalah menunjukkan gambar, menentukan hasil perhitungan, mengidentifikasi dan sebagainya suatu objek tertentu yang tidak diketahui. Sedangakan masalah pembuktian adalah memutuskan pernyataan tertentu benar atau salah dengan membuktikan langsung atau membuktkan kebalikannya.



Jika seorang murid ditanya berapa “ 7 + 2 = ….?“, maka si anak tersebut sedang diberikan masalah penemuan. Tapi bila ditanya; “Apakah X = 3 memenuhi penyelesaian dari persamaan 2X + 5 = 11”, maka ini adalah masalah pembuktian.

Nah, bagaimana mengklasifikasikan masalah yang dihadapi oleh manusia menyangkut kehidupannya sehari-hari. Saya lebih suka mengklasifikakannya berdasarkan perlu atau tidaknya dicarikan pemecahan masalah.

Pernah suatu ketika aku dan istriku akan berpergian ke acara pertemuan di rumah teman. Sudah menjadi kebiasaan istriku sebelum berangkat akan berdandan serapi dan serasi mungkin. Dan saat itu ketika mau mencoba mengenakan jilbab-jilbabnya yang ada, istriku merasa tidak ada yang serasi dengan pakaian yang harus ia kenakan untuk pertemuan tersebut. Ia ingat bahwa ada jilbab lain yang serasi sekali bila dikenakan dengan pakaian yang ia kenakan sekarang, tapi sayangnya jilbab yang ia maksudkan saat itu tidak ada dilemari pakaian yang berisi jilbab-jilbabnya. Hingga banyak waktu yang terbuang sia-sia untuk menemukan jilbab tersebut.

Istriku menganggap bahwa tampil pada pertemuan tanpa pakaian yang sangat serasi menjadi masalah. Dan saat itu ia ingin tampil serasi, tetapi jilbab yang serasi dengan pakaiannya tidak ditemukan. Jadi pada hari itu ia mendapaatkan masalah, dan masalah itu harus diselesaikan.

Aku membayangkan, bagaimana seandainya bila jilbab benar-benar tak ditemukan Dan apa jadinya bila istriku tetap berisikeras ingin menggunakan jilbab tersebut, jelas kami akan batal datang ke pertemuan itu. Dan ini sama saja menimbulkan masalah baru yang tidak boleh terjadi. Hanya karena ada masalah lain yang tak begitu penting akhirnya menimbulkan masalah lain yang tidak kita inginkan.
Agar tetap dapat datang ke pertemuan tersebut, maka seharusnya pada saat itu istriku menganggap bahwa tampil dengan pakaian yang tidak begitu serasi bukanlah sesuatu hal yang bermasalah, ia harus memakai jilbab yang manapun agar dapat datang ke pertemuan dan tidak peduli dia akan tampil sangat serasi atau tidak


So, ada masalah yang memang bisa dicarikan pemecahan masalahnya, namun ada pula masalah yang tidak perlu dicarikan pemecahan masalahnya agar tidak menimbulkan masalah lain, dengan kata lain; menganggap sesuatu yang masalah, menjadi sesuatu yang bukan masalah.

Sering kali aku melihat anak-anak yang ngotot minta dibeliin mainan, dia menganggap bahwa tidak memiliki mainan yang ia inginkan adalah masalah buat anak tersebut. Seorang remaja yang merengek-rengek memaksa orang tuanya minta dibelikan handphone model terbaru, si remaja tadi menganggap bahwa tidak mempunyai handphone terbaru adalah masalah.
Seorang ibu memaksa suaminya minta dibelikan mobil, karena si Ibu menganggap tidak memiliki mobil adalah masalah buat mereka.

Banyak para pejabat harus berbuat korupsi untuk memenuhi nafsu-nafsu serakah mereka. Mereka menganggap tidak mempunyai kekayaan yang melimpah padahal mereka pejabat, adalah masalah.
Para caleg-caleg menjadi stress dan gila, karena mereka tidak menjadi aleg. Mereka menganggap bahwa duit sudah banyak habis tapi tidak jadi aleg adalah masalah… hahahahahaha kecian deh….!!

Tapi banyak juga orang-orang yang bersabar disaat ditimpa kemalangan, banyak orang kekurangan tapi tetap bersabar, banyak yang miskin namun tetap bersabar. Mereka sudah berusaha mencari penyelesaian masalahnya, tapi saat mereka belum menemukan pemecahannya mereka menganggap sesuatu yang menimpanya menjadi sesuatu yang bukan masalah.

Sabar… sabar…. sabar….

Salam….

by roel

Terimakasih untuk kunjungannya...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment