Sensasi Berita Atau Kebenaran Informasi


"Bos toko emas tewas lakalantas"  inilah yang dituliskan di harian PP yang ada di Palembang Sumatra Selatan.  Tulisan tersebut menjadi headline surat kabar ini Sabtu lalu tanggal 27 Februari 2010, terkait dengan meninggalnya almarhumah Ibunda kami karena kecelakaan.

 Entah apa yang menjadi motif wartawan atau harian ini dengan menggunakan kata "Bos" dan ditulis dengan huruf besar yang bukan alang kepalang, mungkin saja membuat judul se-sensasi mungkin agar dapat menarik minat pembaca ?  Namun fatalnya judul headline ini jelas-jelas salah besar !  entah dari mana sang wartawan memperoleh informasi  sehingga dikatakan bahwa alm. ibunda saya memiliki toko emas dan bibi saya bekerja pada ibu saya almarhum.  


Informasi yang tidak benar itu ditulis dan diterbitkan sehari setelah kejadian kecelakaan yang menimpa ibu dan bibi saya, tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi pada pihak keluarga kami akan kebenaran informasi yang diterima. Sepertinya pilihan headline yang menarik perhatian masyarakat lebih dikedepankan ketimbang kebenaran informasi yang disampaikan, apalagi isi berita tidak ada relevasinya dengan judul berita. Saya sangat awam dengan yang berbau kode etik Jurnalistik, tapi melihat hal yang seperti ini siapapun akan berpikir sama dengan saya.

Betapa elegannya bila judul berita tidak dibuat dengan mengada-ada dan judul berita memiliki relevansi dengan isi berita, sehingga kami yang tengah berduka ini tidak harus ditambah lagi dengan  kesedihan dengan adanya berita berita yang tak benar ini. 

Ibunda kami bukanlah bos atau pemilik toko emas seperti yang  diberitakan oleh harian PP ini, apalagi Bibi kami yang juga diinformasikan bekerja dengan ibu kami. Ibu dan Bibi saya adalah seorang ibu rumah tangga, tapi disamping itu mereka berdua memilik aktivitas berdagang perhiasan. Beliau berdua tidak memiliki toko emas sama sekali. Memang ibu saya memiliki toko dirumah yang menjual gas elpiji dan pakaian, sementara Bibi saya memiliki toko  manisan dirumahnya, namun itupun itu semua tidak sepenuh dikelola oleh mereka karena anak-anaknya yang lebih dominan megelolanya.    

Dan satu hal lain lagi, kronologis kejadian kecelekaan yang diberitakan di harian inipun tidak sesuai dengan berita acara dari kepolisian. Walaupun kami sendiri dari pihak keluarga masih meragukan akan kebenaran dari berita acara yang dibuat pihak kepolisian,  namun kamipun juga tidak dapa sepaham dengan kronologis kejadian yang diceritakan oleh harian PP ini  berdasarkan iformasi saksi lain yang kami terima. 

Ayolah bung wartawan !  berkerjalah lebih profesional.........

Palembang, 05 Maret 2010

by roel

Terimakasih untuk kunjungannya...
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment